Jabatan:
Direktur Pusat Diagnosis dan Perawatan Presisi Onkologi Medis Foshan Chancheng
Gelar:
Kepala Dokter
· Jenis Kanker Serviks
1. Karsinoma Sel Skuamosa
Merupakan jenis terbanyak, mencakup sekitar 80–85% kasus. Berasal dari sel skuamosa pada epitel serviks. Pada tahap awal sering tidak menunjukkan gejala dan umumnya terdeteksi melalui skrining serviks (seperti TCT atau tes HPV). Berdasarkan tingkat diferensiasi sel, dibagi menjadi karsinoma sel skuamosa berdiferensiasi tinggi, sedang, dan rendah — semakin rendah tingkat diferensiasi, semakin tinggi tingkat keganasannya.
2. Adenokarsinoma
Menyumbang sekitar 10–15% kasus. Berasal dari sel kelenjar pada leher rahim. Dalam beberapa tahun terakhir, angka kejadian adenokarsinoma meningkat, kemungkinan berhubungan dengan infeksi HPV. Termasuk berbagai subtipe seperti adenokarsinoma servikal dan adenokarsinoma mukinosa. Sebagian jenis adenokarsinoma memiliki sensitivitas yang lebih rendah terhadap radioterapi dan kemoterapi.
3. Karsinoma Adenoskuamosa
Mengandung komponen adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa secara bersamaan. Menyumbang sekitar 3–5% kasus. Jenis ini cenderung lebih agresif dan memiliki prognosis yang kurang baik.
4. Jenis Langka Lainnya
Termasuk karsinoma sel kecil (small cell carcinoma), karsinoma sel jernih (clear cell carcinoma), dan kanker neuroendokrin. Jenis-jenis ini tergolong sangat ganas dan progresif, serta memerlukan konfirmasi diagnosis melalui pemeriksaan lanjutan, seperti imunohistokimia.
· Stadium Kanker Serviks
Stadium I: Kanker serviks terbatas pada serviks uteri saja (penyebaran ke corpus uteri tidak dihitung dalam penentuan stadium).
Stadium II: Tumor telah menyebar ke serviks uteri, namun belum mencapai sepertiga bagian bawah vagina atau dinding panggul.
Stadium III: Tumor melibatkan sepertiga bagian bawah vagina dan/atau menyebar hingga dinding panggul, dan/atau menyebabkan hidronefrosis (pembengkakan ginjal akibat sumbatan saluran kemih) atau gangguan fungsi ginjal, dan/atau menyebar ke kelenjar getah bening panggul (pelvis) atau para-aorta (paraaortic lymph nodes).
Stadium IV: Tumor telah menginvasi mukosa kandung kemih atau rektum (dikonfirmasi melalui biopsi) dan/atau menyebar melampaui pelvis sejati (edema vulva saja tidak termasuk stadium IV).
